LPJ Advo BEM UNJ 2010
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pendahuluan
“Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.” (HR. Al Bukhari)
Alhamdulillah. Tiada kata yang terindah, tiada bait yang tersyahdu yang pantas diucapkan lisan selain pemujaan kepada Allah Jalla Jalaaluh. Dzat yang menggenggam setiap hati, yang menciptakan bebungaan beserta pewarnaan dan harumnya, yang menciptakan langit tanpa tiang, bumi dengan lembah dan pegunungan yang menghujam, dan menjadikan diri-diri kami menjadi simpul-simpul amanah dalam bingkai kebaikan.
Shalawat serta salam semoga Allah SWT selalu curahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W yang membimbing kita ke dalam cahaya hidayah dan jalan kebenaran dunia dan akhirat. Kepada keluarganya yang setia mendampingi dalam perjuangan mengukuhkan risalah Islam di bumi. Kepada para sahabat, rekanan sejati menyiarkan Islam ke seluruh bumi dan para tabi’in yang meneruskan amanah setelahnya sehingga setiap kita dapat menikmati nikmatnya menjadi muslim dan beriman kepada-Nya. Semoga Allah SWT dan Rasulnya meridho’i kita sebagai hamba dan pengikutnya. Amin.
Ambillah waktu untuk bersahabat, itulah jalan menuju kebahagian. Ambilah waktu untuk memberi itu terasa berarti. Ambillah waktu untuk berkerja, itulah nilai keberhasilan.
Banyak orang yang merasa bisa, namun sedikit darinya yang bisa merasa..... banyak orang yang bisa berkata , namun sedikit darinya yang bisa berbuat apa yang dikatakannya…… banyak orang yang mempunyai hati, tapi tidak banyak yang memiliki empati…. Indahnya dunia bukan diukur dari seberapa seringnya kita berbahagia. Tapi ukurlah seberapa sering orang lain bahagia karena kita…. Mari kita hantarkan senyum di rona wajah saudara kita… ]
Sungguh tak terasa akhir kebersamaan ini akan segera berakhir, tak kurang dari 9 bulan sudah kami membagi seluruh kebermanfaatan diri yang kami punya kepada semua orang. Sebuah perjuangan yang tidak mudah, namun juga tidak begitu sulit untuk dilewati. Tidak mudah karena hal ini membutuhkan komitmen dan kesungguhan yang harus dipegang teguh oleh orang-orang yang berkutat di dalamnya, dan tidak begitu sulit untuk kami lewati karena usaha untuk senantiasa memberi yang kami punya tidak akan ada habisnya untuk kami berikan karena kami tak akan pernah sendiri. Senantiasa beharap menjadi salah satu puzzle pemecah kebutuan masalah, menjadi salah satu bara api yang menghangatkan sekelilingnya, menjadi sebatang lilin yang berkorban untuk menerangi sekelilingnya, menjadi setitik embun segar saat panasnya suasana.
Hari ini saatnya kami mempertanggungjawabkan makna kenapa kami ambil langkah ini, apa saja yang telah kami beri, tentu saja untuk semua orang. Berat memang jika ternyata apa yang kami lakukan tidak begitu maksimal dirasakan oleh semua pihak, ini semua di luar kehendak yang kami buat, kami sadar tidak akan bisa memuaskan semua pihak, yang kami bisa memuaskan sebagian besar pihak.
Sekarang ornamen-ornamen kebermanfaatan diri yang telah dilakukan itu, telah berubah menjadi lembaran-lembaran tinta emas yang kami torehkan, sebuah ornamen kebermanfaatan diri biasa yang coba kami kerjakan dengan luar biasa. Lalu kami balut dengan untaian syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu, sehingga ornamen itu begitu penuh warna dilihat oleh semua pihak.
Rincian tugas dan amanah kami gagas dan wujudkan dalam berbagai program kerja. Rangkaian dinamika menjadi bumbu rahasia suksesnya program kerja kami ini. Bersumber dari niatan untuk memberikan yang terbaik untuk UNJ, kami mengeratkan diri dalam bingkai fokus kerja yang kami bangun menjadi sebuat tag line kerja besar tahun 2010. Menjadi sebuah individu – individu penggagas departemen yang memiliki semangat untuk memberi dan juga melayani, dalam bingkai advokasi mahasiswa dalam akademik maupun non akademik yang menunjang akademik. Selama perjalan waktu, visi dan misi departemen kami jadikan sebuah pedoman dasar gerakan kami yang hal tersebut menjadikan kami yakin akan apa-apa saja yang akan kami lakukan. Dengan dasar itu pula kami senantiasa berkomitmen untuk menjaga dan saling mem-back up antara yang satu dengan yang lainnya, tidak akan pernah ada hambatan selama di dalamnya masih ada komunikasi dan saling menguatkan.
Departemen advokasi yang saat pertengahan mengajukan kepada ketua BEM untuk merubah nama departemen menjadi departemen advokasi kampus ini diamanahkan kepada saya Imam Asmawi dari jurusan mesin angkatan 2006 untuk memimpin departemen ini. Satu bulan kurang masa saya untuk mencari pejuang-pejuang advokasi yang memiliki satu pemikiran kerja untuk bersama dalam satu departemen untuk sama-sama menyukseskan kerja advokasi dalam cakupan kerja universitas. Dalam masa proses pencarian ini akhirnya sepuluh orang dapat ikut serta dalam satu kerja departemen dengan saya, dari sepuluh orang yang terdiri dari beragam fakultas dan jurusan ini menjadi kekuatan tersendiri bagi departemen sehingga tidak saya sia-siakan untuk saya bagi sesuai kapasitas kerja mereka. Di tengah masa periode kerja, kami harus melepaskan seorang perjuang yang menjadi salah satu harapan kami untuk menjadi penggerak kerja departemen, yaitu Anton Yulianto yang harus menjadi salah satu penompang finansial keluarganya, sehingga beliau harus fokus dengan kerjaannya. Sehingga pada akhirnya, staff departemen advokasi berkurang menjadi sembilan orang, yaitu Muhamad Tamami mahasiswa jurusan PLB 2006 yang sudah memiliki sebuah sekolah di daerah Bogor, Sisca Nurul Fadila mahasiswi jurusan PGPAUD 2006, Arum Kusumaningtias Putri Utami mahasiswi jurusan EA 2006, Uun Utari mahasiswi jurusan Teknik Sipil 2006, Raisa Madina mahasiswi Teknik Sipil 2006 yang kami nobatkan menjadi staf termuda di departemen, Nasuha mahasiswi jurusan Bahasa Arab 2006 yang sedang proses untuk melanjutkan ke jenjang studi yang lebih tinggi di kampus ini kembali, Dwi Septiana, Siti Nur Sa’adah, Idha Fitri Lestari tiga serangkai yang merupakan mahasiswi jurusan Matematika 2006 yang memiliki keunikan tersendiri, mereka semua menjadi puzzle-puzzle penguat departemen ini.
Saya Imam Asmawi merasa menjadi manusia yang beruntung karena dalam perjuang ini saya ditemani pejuang-pejuang tangguh, ada pepatah yang menyatakan orang pintar bisa dikalahkan dengan orang cerdas, orang cerdas bisa dikalahkan dengan orang yang beruntung dan sayalah orang yang beruntung itu. Ucapan terima kasih saya sampaikan sebesar-besarnya kepada staf saya :
a. Muhamad Tamami yang selalu menjadi back up kerja - kerja teknis.
b. Sisca Nurul Fadila yang sering menjadi juru bicara departemen.
c. Arum K. Puti U. yang menjadi tangan kanan dalam kerja pelayanan NADI.
d. Uun Utari yang senantiasi memiliki semangat berusaha.
e. Raisa Madina pemudi yang tak pernah jauh dari kamera photo.
f. Nasuha pribadi unik yang sulit dimengerti.
g. Dwi Septiana manusia yang paling ramai dan memiliki pola komukasi unik.
h. Siti Nur Sa’adah bendahara yang sering membuat kesal dengan tingkahnya.
i. Idha Fitri Lestari sekertaris yang menjadi pengontrol dua sahabatnya.
j. Lutfi, adikku yang menjadi back up dalam kerja-kerja advokasi.
k. Agphin, adikku yang sering menjadi tempat untuk sharing advokasi.
l. Fahri, terima kasih saudaraku, engkau menjadi seorang yang misterius.
m. Adik-adikku di TPM yang tidak dapat kusebutkan satu-satu.... mari wujudkan bersama kerja-kerja nyata kita untuk UNJ yang lebih baik.
n. Rekan rekan advokasi fakultas dan jurusan yang tidak pernah bosan untuk koordinasi, walau itu sering dadakan,,,, terimaksih saudara/i ku teruskan perjuangan ini.
Mimpi kami untuk bisa mewujudkan kepedulian terhadap permasalahan kesulitan dana pendidikan didukung banyak pihak, sehingga kami meneruskan dan mengoptimalkan kembali program kerja NADI (manfaat dana pendidikan) yang merupakan renstra yang melandasi kami launching program NADI dengan tema Pekan NADi. Di tahun ini kami membantu kurang lebih sebanyak 31 orang dengan dana ini, dengan berbagai cara yang kami lakukan. Kesuksesan ini bukan karena kami saja, namun ini tidak lepas dari kerja-kerja teman-teman TPM yang menjadi bagian terpenting di program ini untuk tahun ini. Mimpi-mimpi yang lain pun kami realisasikan dalam program kerja yang kami bingkai dalam tiga jenis di antaranya program kerja, non program kerja dan program kerja rumah tangga departemen.
Waktu begitu cepat berlalu, waktu sepuluh bulan kerja tidak terasa telah kami lewati. Begitu banyak amanah dan harapan mahasiswa yang belum sempat kami penuhi. Bukan sebuah penyesalan yang tersisa dalam hati ini, melainkan jiwa-jiwa yang senantiasa bergelora dengan semangat perjuangan dengan bergerak bersama tuntaskan masalah bersama. Insan hanya bisa berkata maaf, mohon kelapangan dadanya untuk menerima apa adanya yang telah kami lakukan. Dan kepada Allah SWT lah kami memohon ampun. Kami hanya mampu selalu berusaha mencoba yang terbaik, hanya Allah SWT lah yang menentukan hasilnya.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya program kerja yang telah kami rencanakan, yaitu kepada pejuang-pejuang advokasi, pejuang-pejuang TPM, civitas akademik UNJ, pimpinan Rektorat, POM, Ka.Bag dan Ka.Bid, UPT, dan rekan-rekan mahasiswa, orang tua kami yang paling utama yang senantiasa selalu memberikan kekuatan dengan cintanya serta yang terpenting Allah SWT yang memberikan petunjuknya sehingga diri ini senantiasa merasa tergadai oleh rahmat dan kasih sayang-Nya untuk melakukan, memberikan, dan menjadikan yang terbaik.
Berbuatlah dengan ikhlas tanpa memikirkan balasan semata, karena semakin tinggi keikhlasan dalam diri, semakin tinggilah balasan yang akan diperoleh baik sadar atau tidak. Jika telah selesai melaksanakan suatu perkerjaan, maka bersiap-siaplah menjalankan pekerjaan berikutnya Allah SWT dan Rasulullah SAW yang menjadi saksi atas perbuatan kita, manusia bisa salah menilai tapi Allah SWT selalu menilai sesuatu dengan benar. Berkontribusi untuk berprestasi menjadi semangat tersendiri dalam menjalankan amanah ini untuk melayani kampus ini
Dinamika Personil
1. Muhammad Tamami
Seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP ini merupakan sosok mahasiswa yang memiliki semangat luar biasa untuk menyelesaikan amanahnya. Setengah periode masa jabat BEM UNJ beliau lalui menjadi personil gerak teknis departemen yang handal dalam urusan mengurus perlengkapan. Sayang di akhir periode beliau harus cuti kuliah dan juga harus fokus kepada sekolah yang beliau rancang
2. Sisca Nurul Fadila
Seorang mahasiswi yang memiliki hobi bermain ini merupakan mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan karakter yang sering memberikan perhatian terhadap sesuatu dan juga handal dalam menjalin jaringan, beliau dinobatkan oleh departemen menjadi bagian urusan komunikasi jaringan dan internal TPM.
3. Arum Kusumaningtias Putri Utami
Mahasiswi unik yang memili amanah yang besar ini merupakan mahasiswi dari jurusan Ekonomi Administrasi. Seorang mahasiswi yang rutinitas beliau dalam mengajar tidak mengganggu aktivitas beliau untuk berkontribusi dalam kepengurusan, walaupun beliau yang berlatar belakang kaderisasi ini harus beradaptasi dahulu dalam departemen cukup lama. Cukup berat amanah beliau yang dinobatkan menjadi penanggung jawab program NADI
4. Nasuha
Personil yang telah menyelesaikan kuliahnya di jenjang D3 dan sedang memproses untuk melanjutkan kuliah S1 di kampus UNJ kembali ini merupakan mahasiswi jurusan bahasa arab. Sosok yang unik dalam komunikasi ini sering menjadi penyebab miss komunikasi di antara pengurus departemen, berawal dari bercanda akhirnya beliau ikut serta dalam kepengurusan departemen ini. Satu semester beliau maksimal dalam kerja departemen dan satu semester fokus pada kuliahnya yang double great di salah satu kampus swasta.
5. Dwi Septiana
Seorang mahasiswi yang ceria dan memiliki pola kegembiraan tersendiri ini merupakan mahasiswi jurusan Matematika yang saat ini sedang fokus dengan skripsinya. Sosok yang sering dicandai oleh pengurus-pengurus BEM UNJ lainnya memiliki pola komunikasi yang sulit dimengerti. Dari sanalah yang menjadi karakter pembeda dari rekan departemen lainnya.
6. Siti Nur Sa’adah
Mahasiswa yang menarik untuk dikenal karena memiliki sebuah keunikan tersendiri, pribadi yang unik ini merupakan mahasiswa jurusan Matematika. Keunikan yang dimiliki membuat ciri khas departemen tersendiri, pekerja yang ulet, namun memiliki kelemahan dalam penerimaan informasi ini dinobatkan menjadi bendahara departeman. Segala urusan keuangan menjadi tanggung jawabnya, “pusing dan ribet” menjadi hiasan kerja beliau di departemen.
7. Idha Fitri Lestari
Mahasiswi yang memiliki semangat tinggi ini, namun memiliki kendala dalam memanajement kondisi fisik merupakan mahasiswi jurusan Matematika. Sosok yang yang paling vokal dan dominan dalam mengondisikan tiga serangkai (Dwi, Siti, dan Idha) dalam aktivitasnya. Dalam keuletan dan semangatnya, mahasiswi ini dinobatkan menjadi sekretaris departemen
8. Uun Utari
Mahasiswi yang luar biasa dalam mengawal kerjaan yang diamanahkan kepadanya ini merupakan mahasiswi jurusan Teknik Sipil. Seorang teman yang memulai kerja dalam memanajemen gerakan dari fakultas ini merupakan mahasiswa yang ideal dalam menjadi keselarasan akademik dan organisasi. Bermula dari media di fakultas, ia dinobatkan menjadi urusan media di departemen
9. Raisa Madina
Mahasiswi yang satu ini merupakan staf termuda di departemen, memiliki semangat belajar yang besar, dan juga memiliki dunia yang ceria dalam mengarungi kehidupan sehari-harinya. Sosok tersebut merupakan mahasiswi jurusan Teknik Sipil. Dalam kerjanya ia diamanahkan untuk mengurusi pembelaan financial dengan satu tim kerjanya (Arum).
Penutup
Tak ada gading yang tak retak. Kami menyadari bahwa dalam melaksanakan amanah ini masih banyak sekali kekurangan dan kesalahan. Namun, dari lubuk hati yang terdalam, kami sungguh ingin mempersembahkan yang terbaik dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kami punya. Pelayanan yang coba kami berikan mungkin belum sempurna terealisasi, namun kami terus mengembangkan kepekaan dan kepedulian kami agar jiwa terus tergerak untuk menolong dan membantu sesama yang mengalami kesulitan dalam mengejar impiannya di kampus tercinta.
Suka dan duka kami lewati bersama dalam menjalankan amanah ini. Banyak kenangan yang tak mungkin terlupakan. Namun banyak juga kesalahan yang mungkin kami lakukan dalam interaksi kami dalam melayani sehingga tidak menutup kemungkinan ada yang tak sengaja tersakiti oleh kekhilafan yang kami perbuat. Sungguh, diluar itu semua, kami hanya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk berkontribusi dalam prestasi.
Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan pengurus BEM UNJ, khusunya rekan-rekan perjuangan di departemen advokasi dan Tim Pembela Mahasiswa atas segala perjuangannya dalam berusaha melayani dan bersikap peduli terhadap mahasiswa dan kondisi-kondisi yang ada di kampus kita. Terima kasih juga kami haturkan kepada seluruh civitas akademika UNJ dalam menyuksekan program-program yang dilaksanakan oleh Departemen Advokasi. Kami juga memohon maaf untuk segala khilaf dan kelalaian yang mungkin kami lakukan selama melaksanakan tugas-tugas kami.
Pada akhirnya, kami memohon ;
“ Ya Allah, jadikan sebaik-baiknya usiaku pada akhirnya,
Jadikan sebaik-baiknya pekerjaanku pada penutupannya,
Dan jadikan sebaik-baiknya hari-hariku yaitu pada saatnya aku menghadap Engkau…”
Belajar bukan hanya ketika belajar
Tetapi belajar justru saat berbuat.
Teori bukan satu-satunya guru
Kesalahan pun adalah guru yang bijak
Jakarta, Desember 2010
Kepala Departemen Advokasi
BEM UNJ 2010
Imam Asmawi