Postingan

Aku pikir ini sudah yang terberat...tetapi bukan

Saat itu aku pernah sakit Sakit hati Penolakan Namun mesti bertemu dan interaksi tiap hari Aku pikir itu sudah yang tersakit dan terberat Namun bukan Ada lagi yang lebih dari itu... Saat itu aku pergi bersama muridku.. Terobati krn mereka di gunung gede.. Sejak itu ku mampu membuka lembaran baru dan visi yang baru

Pintu yang mana lagi?? Sakit yang mana lagi yang harus aku lalui??

"kalo satu pintu sudah tertutup, masih ada 9 pintu lain yang msh bisa dibuka" Ya kira2 seperti itu kalimatnya.

2020 babak baru

Babak baru telah dimulai. Aku yang mulai lelah dengannya pun memutuskan melepaskannya. Kini aku seperti diambang kebingungan. Mimpi berkali2 berlari diatas jembatan sebuah sungai Berlari kesana kemari seperti mencari jalan yang tepat Mungkin itu yang ku rasa sekarang. Bingung Hilang arah Dan mencoba berdiri kembali. Bangkit dari keterpurukan yang kuciptakan sendiri sebelumnya

Ini ceritaku di 2019

2019 masa yang panjang..yang penuh dengan warna. Warna kebahagiaan dan juga warna kesedihan. Seperti yin dan yang. Menyeimbangkan hidupku ini. Agenda 2019 banyak untuk jalan-jalan. Dari prau hingga guntur, kemudian dieng Semua penuh keindahan dan kebahagiaan. Dan setiap perjalanan itu ada pelajaran yang bisa aku petik

Diary Perjuanganku

Setelah sekian lama membeku akhirnya tangan ini ingin menukis kembali untuk menuangkan apa yang dirasa di hati. Cerbung dan lainnya..ntah kemana ide itu sudah menguap. Mungkin sampai disana saja ceritanya. Ada satu cerita yang tak akan pernah menguap dari ingatanku. Yaitu cerita kehidupanku sendiri.

Cerbung : My Love, My Bear (episode 8 : inikah jawaban dari Allah? Part 2)

Sosok yang diliat nabil ternyata..sosok yang aku kenal juga. Nabil bilang...bu..itu si fiki bukan si? Ketika aku menengok ternyata benar .itu fiki, temannya nabil. Yang kemarin nanjak bareng kita ke gunung ke gede. Tapi yang menarik dari apa yang diliat nabil bukan fiki seorang diri. Dia bersama gadis seusianya. Nabil pun memanggil namanya. Kemudian fiki kaget. Ekspresi wajahnya seakan mirip orang yang tertangkap basah sedang melakukan sesuatu yang mestinya disembunyikan.

Kau kembali...

Ku pikir.. Merbabu jadi akhir cerita kita.. Tetapi tidak... Nyatanya Allah gerakan hatimu tuk kembali...